Beberapa bulan yang lalu saya dan istri menyambangi sebuah toko barang barang bekas, yang menjual aneka barang bekas berasal dari orang – orang luar negeri yang bekerja di Indonesia dan sudah ingin pulang ke negara asalnya. Sambil melihat-lihat adakah barang yang kami butuhkan disana bisa kami dapatkan dengan harga yang murah tiba -tiba anak kami yang berumur 3 tahun bilang ” pak, hafiz mau bis itu” , kontan saya dan istri memalingkan pandangan ke arah yang dia tunjuk, disana kami melihat ada sebuah bis mainan berwarna kuning dengan beberapa penumpang didalamnya……langsung saya ambil dan saya lihat harganya…hmmm 10 ribu rupiah….saya perhatikan baik2 adakah kekurangan dari barang tersebut….di bagian bumper ada tambalan bekas patah tapi di lem dengan selotip, kemudian di bagian atapnya ada tempelan lagi untuk menyatukan bagian ac dengan atapnya yang seperti pernah lepas, kemudian di bagian bawah bis tutup baterainya hilang.

“Bagaimana mungkin mainan dengan banyak kekurangan ini dihargai 10.000 rupiah” (kata saya dalam hati), tiba2 saya tersadar dari renungan karena anak saya terus bicara meminta saya untuk beli bis itu, ya sudah, saya dan istri langsung mengabulkannya.
Setelah keluar dari toko itu selama perjalanan kerumah saya terus berpikir, aneh, pedagang itu kok berani memajang dan menjual barang dagangan yang banyak kekurangannya dengan harga yang lumayan tinggi, tetapi kemudian saya berpikir lagi ada yang lebih aneh, yaitu saya dan istri, kok mau membeli barang yang seperti itu dengan harga yang sudah ditawarkan…hehehehe…..tentu saja karena Hafiz(anak kami) tertarik sekali dengan bis itu (ada keinginan yang kuat setelah melihat bis mainan itu) maka karena naluri sebagai orangtua untuk membahagiakan buah hati, ya sudah kami belikan saja.

Saya dan istri menjadikan kejadian ini sebagai motivasi dalam berjualan, kami berpikir, kira2 apa sih yang ada dalam benak si penjual pada saat memajang bus mainan itu dan memberikan harga, apakah tidak berpikir tidak mungkin laku barang seperti ini kalau dipajang dan dijual? Atau siapa yang mau membeli barang seperti ini? sepertinya pedagang itu tidak berpikir demikian, dia berpikir positif bahwa barang dagangannya pasti laku dan dibeli dan benar saja memang laku dan ada yang mau membeli, yaitu kami. Pedagang itu melakukan Aksi dan mendapatkan keajaiban, Dengan modal keyakinan dan usaha serta doa pastinya pedagang itu sudah mendapat hasil apalagi kalau kita tambah dengan mengemas dengan lebih baik produk2 kita. Dan mulailah beraksi untuk menjual walaupun sepertinya banyak kekurangan. Bagaimana pendapat teman2 sekalian silahkan tinggalkan komentarnya ya.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk- bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.” Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.

Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu. “Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Rosululloh SAW. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rosululloh SAW. Kelak jika saya mati, saya ingin Rosululloh SAW menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Alhamdulillah, Tanggal 10 Oktober 2009 adalah hari pertama pasca lebaran Hafiz Collection mulai berjualan kembali di Sempur, Bogor.

Menjual kembali Sprei, Bedcover, Bantal Cinta, Karpet Selimut

Seharusnya minggu lalu kita sudah ingin mulai berjualan tetapi karena bertepatan dengan dipakainya lapangan Sempur untuk acara peringatan Hari ABRI maka kami pun akhirnya memutuskan untuk mengupdate website http://spreibantalcinta.com yang belum lama ini diluncurkan.

Grosir-sprei-bedcover-Star-City-Teens-Series-Hafiz-Collection-karpet-selimut-bantal-cinta-jakarta-081212312065

Setelah lama tidak berjualan rasanya canggung juga seperti pada saat kami baru mulai pertama kali berjualan di Sempur. Setelah berdoa & berharap kepada Yang Maha Kuasa Allah SWT perasaan mulai tenang dan siap untuk memulai jualan dengan semangat yang baru. Satu persatu pengunjung mulai berdatangan ke lapak kami, ada yang sekedar melihat – lihat dan juga membeli.

Makin siang kami makin sibuk melayani calon pembeli yang bertanya tentang produk, menawar harga dan membungkus barang yang telah dibeli. Alhamdulillah beberapa produk yang kami bawa seperti bantal cinta, bantal lantai, bantal kepala,bantal permen, bantal gendang, bantal imut, sarung bantal cinta, sarung bantal lantai, sarung bantal kepala, sarung imut, sarung bantal kepala dan tidak ketinggalan ada juga yang pesan sprei.
Tidak jauh dari tempat kami berjualan terdapat panggung yang dibuat oleh BEM FEM IPB yang sedang menggelar acara “GREEN NATION | Set Your Mind To Save The Earth” . Menurut Ketua BEM FEM IPB, Mr. Hendra Etri Gunawan acara ini sengaja digelar untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli lingkungan dengan cara antara lain, penanaman pohon, membuang sampah pada tempatnya dan juga banyaka cara – cara mudah yg sederhana yg bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan ini.

Acara ini dibawakan oleh MC dari Radio Kisi FM dan Lesmana yang piawai membawakan acara, dan juga turut menghadirka pembicara Mr. Raf dari german dengan penerjemah Ibu Arzyana Sungkar ( Dosen FAHUTAN IPB). Setelah beberapa lama Mr. Raf memberikan sambutan serta pesan – pesan acara dilanjutkan dengan gerak jalan sambil meneriakkan kalimat2 yang intinya jangan sampai bogor menjadi kota yang hawanya tidak sejuk lagi alias panas, maka ini menjadi tugas bersama warga bogor untuk tetap terus menjaga Kota Hujan ini paling tidak seperti sekarang ini yang masih sejuk.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 10.00 wib saatnya beres2 untuk pulang kerumah, pengunjung sempur sudah tidak seramai pagi tadi. Alhamdulillah permulaan jualan kembali setelah lebaran terasa menyenagkan karena barang – barang yang kami bawa banyak laku terjual.

Sampai ketemu minggu di depan tetap di Lapangan Sempur Bogor, Insya Allah.

Untuk pemesanan bisa hubungi Utet di 0817 647 6475 atau 0812 1231 2065 atau add pin BB : 24F00369 atau 283E4414

Minggu, 28 Juli 2009, Jam 4 pagi saya dan istri memutuskan berangkat menuju ke lapangan sempur untuk berjualan. Tidak seperti minggu – minggu yang lalu, kali ini ada event besar yang akan digelar oleh Radar Bogor, Daktarin dan Yamaha yaitu jalan & senam sehat bersama warga Bogor.

Kami berangkat lebih pagi untuk memastikan masih ada tempat untuk menggelar dagangan. 2500 an orang diperkirakan akan hadir memadati lapangan sempur,  besar harapan akan banyak orang yang melihat dan membeli barang dagangan kami.

Udara dingin Bogor tidak terasa, karena pikiran kami sudah melayang lebih dulu ke lapangan sempur dan karena kami memakai jaket tentunya :). Sesampainya disana sudah terlihat Lapangan Sempur yang sudah disulap menjadi lebih mewah , banyak umbul – umbul serta tenda – tenda besar yang sudah terpasang tak ketinggalan pagar dari tali mengelilingi lapangan juga dipasang.

Kami mencari celah untuk bisa masuk ke dalam lapangan ……..agak mengkhawatirkan, karena didalam lapangan sepertinya tidak ada tempat untuk pedagang kaki lima seperti kami. Setelah lama berpikir sambil terus berharap ada tempat untuk berjualan Kami memutuskan untuk pulang saja dan tidak berjualan, namun belum lama berjalan saya putuskan untuk menunggu sampai agak terang untuk memastikan bahwa memang kami tidak boleh berjualan.

Adzan Subuh berkumandang, segera saya menuju masjid di dekat lapangan sempur untuk menunaikan Shalat berjamaah sambil berdoa agar diberi kemudahan hari itu. Selepas Shalat saya kembali ke lapangan Sempur dan tak disangka sudah banyak pedagang yang datang dan memasuki lapangan, segera saya menghampiri istri dan mengajak nya untuk masuk kedalam lapangan dan ikut menggelar terpal yg sudah kami bawa.

Dengan berjejer rapi dan masih mengikuti batas jalan yg disediakan untuk pejalan kaki, para pedagang menggelar terpal, kami berdua belum berani menata barang dagangan,  sekitar pukul 5. 30 barulah barang kami tata, saya langsung pulang mengambil bantal yang belum terbawa.

Dalam perjalanan membawa bantal dari rumah menuju ke lapangan sempur, istri dua kali sms agar saya segera ke tempat jualan , mungkin sudah ramai pikir saya. Benar saja, sesampainya di lapangan sempur suasana sudah ramai sekali, sementara saya terjebak macet, antrian motor yang akan parkir serta mobil yang akan lewat menghalangi jalan saya, dengan susah payah akhirnya dapat juga tempat parkir walaupun agak jauh sehingga saya harus memanggul karung berisi bantal ke lokasi lapak dimana istri menunggu.

Waaaah, istri saya tampak sibuk melayani pembeli……, saya segera membuka karung dan ikut melayani pembeli.

Dalam suasana ramai dan panas terik matahari tidak disangka saya bertemu dengan “Alay” alias “Error” ( The Best Underground mc se jabotabek ) temen lama saat masih di komunitas underground S-Crew Jakarta Timur yang sedang menjadi mc di acara jalan sehat bersama Radar Bogor, Daktarin & Yamaha. Pertemuan itu adalah hiburan buat saya karena bisa silaturahmi dengan teman lama.

Gimana Lay ? waktu terus berjalan, udah banyak perubahan ya?

Alhamdulillah, Minggu, 31 Mei 2009 ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan selama berjualan sprei, bantal cinta, bedcover, selimut, bantal imut, guling imut, bantal imut, dsb di lapangan sempur, Bogor.

Berita tentang acara gerak jalan ini sudah kami terima seminggu sebelumnya, kami sedikit khawatir tentang lokasi berjualan kami yang akan bergeser entah kemana.

di hari H ternyata kekhawatiran itu sirna karena kita tetap mendapat tempat tidak jauh dari tempat sebelumnya. Kami berada di belakang panggung yang disediakan oleh pihak panitia sebagai tempat untuk hiburan dan seremonial. Kami sempat berpapasan dengan Pak Walikota sebentar walaupun tidak berbincang – bincang karena yang pasti beliau sibuk sekali, kami merasa tidak enak dalam pikiran kami tentunya akan mengganggu kalau kami berusaha mengajak beliau bicara, walaupun mungkin Pak Walikota sendiri sebenarnya merasa senang – senang saja kalau ada warganya yang mau menegur beliau.

Tempat kami juga dekat dengan tempat turun naiknya crew Grup Band Magna ke atas panggung.

Jumlah peserta gerak jalan sehat yang jumlahnya ribuan menambah keramaian lapangan sempur , Bogor. Kesempatan untuk meningkatkan omzet penjualan terbayang di depan mata.

sprei-bedcover-Star-Rainbow-polos-Hafiz-Collection-karpet-selimut-bantal-cinta-jakarta-081212312065

Beberapa sponsor seperti super bubur , radio RRI, dan lainnya ikut menyemarakkan jalannya acara. Grup Band Magna menjadi bintang acara pada hari itu karena sepenuhnya acara musik diisi oleh mereka.

Acara yang mengusung tentang kesehatan, kebersihan serta penegasan tentang bahaya merokok bisa dibilang sukses.

Kami mengucapkan terima kasih bagi Anda yang kebetulan berbelanja di tempat kami, bagi Anda yang belum sempat masih bisa bertemu dengan kami minggu depan di lapangan sempur, Bogor. Ciri – ciri kami adalah selalu mendisplay barang jualan kami dengan kolam renang yang bisa diisi udara.

Jangan ragu untuk berbelanja di tempat kami ataupun menghubungi kami untuk sekedar berbincang -bincang.

Kami menyediakan berbagai produk berkualitas dengan harga murah (eceran dan grosir )

Bagi Anda yang berada di daerah Bogor dan sekitarnya bisa langsung pesan:

 

Utet | 0817 647 6475 (xl) | 0812 1231 2065 (simpati)
Pin BBM : 24F00369 atau 283E4414